OPERASI ODONTEKTOMI, CARA SINGKAT MENYINGKIRKAN DERITA GIGI BUNGSU

Semua laki-laki awalnya pasti hilang nyali kalau dengar kata operasi. Apalagi yang berurusan dengan dokter gigi. Tak peduli sebesar apapun orangnya pasti akan berpikir seribu kali. Padahal setelah tahu rasanya, rata-rata pasti balik lagi. Seperti yang sering kami alami disini.

Memiliki jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibanding perempuan tentunya memberikan warna tersendiri bagi kami. Secara kasat mata laki-laki memang tampak lebih kuat, lebih berani. Padahal faktanya, para wanita lah yang seringkali lebih bernyali. Khususnya untuk urusan gigi.

Operasi cabut gigi bungsu, sekilas memang terkesan seram. Yah siapa sih yang tak gentar mendengar kata operasi. “Jangan bohong min, temen saya aja dulu bengkaknya ga kelar-kelar!” Kata Yusuf via whatsapp. Pasien yang satu ini memang luar biasa penakut, butuh diskusi lebih dari seminggu sebelum akhirnya dia menyerah di tangan dokter. Dua gigi bungsunya telah tercabut sempurna melalui proses operasi odontektomi. Tanpa sedikitpun menyisakan trauma.

Mencabut gigi bukanlah pekerjaan sederhana. Apalagi jika berurusan dengan yang namanya gigi bungsu. Semua harus serba presisi. Bahkan tak jarang dokterpun harus melakukan serangkaian simulasi sebelum operasi. Demi memperpendek durasi dan mengurangi resiko nyeri.

Rasa sakit yang unik membuat banyak orang kadang tak merasakan kehadirannya. Karakteristiknya sungguh jauh berbeda dengan sakit gigi biasa. Tidak selalu nyeri di area gigi, tapi bisa jadi berupa ngilu tak tertahan yang menyerang leher, bahu dan lengan. Ngilu setengah badan mungkin bisa jadi kalimat yang tepat untuk menggambarkan deritanya. Yah, gigi bungsu memang istimewa, kerap datang menyiksa walau kadang tak kasat mata.

Sebagai salah satu klinik gigi terbaik di Jakarta, tentunya para dokter gigi kami tidak pernah main-main dalam menangani kasus apapun, baik yang sederhana maupun yang berat.

“Beneran gue shock min barusan, dokter bilang udah, sementara gue baru siapin mental buat nahan sakit!” Ucap Hasan, pasien kami, di depan meja kasir.

Kamipun tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuannya. Menghindarkan pasien dari trauma, selalu jadi prioritas kami di pondok gigi. Bahkan tim dokter kamipun telah dilengkapi dengan skill khusus dalam menangani phobia para pasien. Jadi tak ada alasan apapun lagi untuk tidak datang ke dokter gigi. Tak peduli siapapun anda, laki-laki kah atau perempuan. Karena perawatan gigi tak melulu masalah nyali tapi juga penghargaan terhadap diri.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *