Berbagai Keluhan Mulut dan Gigi pada Penderita Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang sangat umum dialami oleh masyarakat Indonesia yang makanannya masih berfokus kepada nasi. Namun diabetes bukanlah akhir dari segalanya. Selain menjaga diet, kontrol teratur ke dokter, kita juga perlu menjaga kesehatan gigi karena menderita kadar gula terus menerus tinggi, akan mengundang berbagai gangguan mulut dan gigi. Apa saja di antaranya?

Situs kalcare menyebutkan bahwa penderita diabetes rentan mengalami peradangan atau perdarahan gusi atau gingivitis. Jika keadaan bertambah parah, bisa mengarah kepada bau mulut dan goyahnya gigi yang disebut periodontitis. Selain itu jamak pula ditemukan oral thrush, atau munculnya jamur di bagian dalam mulut. Hal ini ditandai oleh munculnya bercak putih. Selain itu mulut bisa menjadi kering karena kurangnya cairan tubuh, atau disebut xerostomia. Ini juga bisa memicu terjadinya bau mulut. Jika kadar gula terus tidak terjaga, maka terjadi oral burning, atau sensasi terbakar di dalam mulut yang menyiksa. Mulut akan terasa kering dan pahit. 

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya menstabilkan gula darah agar bisa di bawah ambang batas aman. Asupan gula dan tepung wajib dikurangi, disertai kontrol rutin ke dokter. Pembersihan karang gigi diperlukan untuk mengurangi resiko perdarahan gusi. Kebersihan sela gigi juga harus dijaga dengan penggunaan dental floss dan menggosok gigi dengan 

arah yang benar. Selain itu kebiasaan merokok juga harus dikurangi atau berhenti sama sekali. 

https://www.kalcare.com/artikel/pentingnya-perawatan-gigi-pada-penderita-diabetes

Situs kalcare menyebutkan bahwa penderita diabetes rentan mengalami peradangan atau perdarahan gusi atau gingivitis. Jika keadaan bertambah parah, bisa mengarah kepada bau mulut dan goyahnya gigi yang disebut periodontitis. Selain itu jamak pula ditemukan oral thrush, atau munculnya jamur di bagian dalam mulut. Hal ini ditandai oleh munculnya bercak putih. Selain itu mulut bisa menjadi kering karena kurangnya cairan tubuh, atau disebut xerostomia. Ini juga bisa memicu terjadinya bau mulut. Jika kadar gula terus tidak terjaga, maka terjadi oral burning, atau sensasi terbakar di dalam mulut yang menyiksa. Mulut akan terasa kering dan pahit. 

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya menstabilkan gula darah agar bisa di bawah ambang batas aman. Asupan gula dan tepung wajib dikurangi, disertai kontrol rutin ke dokter. Pembersihan karang gigi diperlukan untuk mengurangi resiko perdarahan gusi. Kebersihan sela gigi juga harus dijaga dengan penggunaan dental floss dan menggosok gigi dengan 

arah yang benar. Selain itu kebiasaan merokok juga harus dikurangi atau berhenti sama sekali. 

Gigi Berlubang, Saya Harus Apa?

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.